Judul : Penyakit Alergi Pada Bayi
link : Penyakit Alergi Pada Bayi
Penyakit Alergi Pada Bayi
Kalau dokter menyatakan bahwa buah hati kita alergi…waduh! Sudah terbayang deh, bakalan nggak boleh makan ini-itu-ini-itu… Ngggrrh…, ribet banget! Apa betul bakal seribet itu? Yuk…kita simak bareng uraian sekilas berikut. Sebenarnya, apa sih alergi itu? Secara sederhana, alergi dapat dikatakan sebagai suatu reaksi kekebalan yang menyimpang/berubah yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh. Penyakit alergi ini merupakan salah satu penyakit yang dapat diturunkan. Anak yang lahir dari orangtua yang keduanya memiliki alergi beresiko terkena alergi sampai 80 persen. Sedangkan anak yang salah satu orangtuanya memiliki riwayat alergi risikonya sekitar 40 persen. Bila ibu yang mengalami alergi atau memiliki riwayat alergi, risiko anak mengalami alergi jauh lebih tinggi.
Angka kejadian alergi pada anak di Indonesia belum banyak diteliti. Pada sebuah penelitian yang dilakukan seorang pakar alergi anak dari Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo Jakarta – di Kelurahan Utan Kayu Jakarta pusat didapatkan 25.5% anak yang menderita alergi dengan perincian rinitis alergika 9,0 %, asma 6,9%, dermatitis atopik 4,9% dan urtikaria 4,5%.
Sekedar untuk menambah pengetahuan, di dalam tubuh kita dikenal 5 jenis antibodi atau imunoglobulin yaitu imunoglobulin G,A,M,E dan D. Dari kelima imunoglobulin itu, immunoglobulin E adalah antibodi yang banyak berperan pada reaksi alergi. Dalam tubuh penderita alergi, imunoglobulin E terdapat dalam kadar yang tinggi terutama imunoglobalin E yang spesifik terhadap zat-zat tertentu yang menimbulkan reaksi alergi (zat alergen) . Misalnya debu rumah mite (tungau debu rumah), bulu binatang, serbuk bunga atau makanan tertentu seperti telur, susu, ikan laut dan lain-lain. Masing-masing anak memiliki alergen yang berbeda. Begitu juga gejala yang muncul, berbeda-beda. Bentuk alergi yang dialami anak belum tentu sama dengan yang dialami orang tua atau anggota keluarga lainnya.
Gejala alergi ini dapat mengenai sistem saluran napas (asma, rinitis), saluran cerna (diare, muntah), kulit (biduran, eksim), mata (konjungtivitas alergika) serta susunan saraf (sakit kepala,dll).
Manifestasi alergi di berbagai organ tubuh tersebut dapat terjadi pada satu orang individu pada waktu yang bergantian. Misalnya saja, pada masa bayi yang dominan adalah bentuk alergi di kulit. Anda pasti sering kan melihat pipi bayi yang merah-merah seperti iritasi begitu? Itu merupakan salah satu bentuk alergi di organ kulit, yang disebut sebagai dermatitis alergi. Kemudian beberapa bulan kemudian, kemerahan di pipi tersebut berkurang bahkan menghilang, tetapi anak tersebut menjadi sering mengalami pilek yang tidak kunjung sembuh. Kalau yang ini disebut rhinitis alergi – yang merupakan bentuk alergi di organ saluran nafas. Termasuk apabila anak tersebut kemudian batuk berulang yang tidak sembuh-sembuh, bahkan nafasnya menjadi sesak dan berbunyi ”ngik...ngiik...”. Nhaa... apabila kita tidak melakukan pencegahan sedini mungkin, maka bayi-bayi tersebut akan dengan ”sukses” menjalani semua allergic march dengan berbagai komplikasinya.
Untuk mendapatkan perlengkapan bayi import dan kebutuhan bunda berkualitas tinggi namun murah buat bayi anda, bunda bisa mengunjungi Toko Online kami disini
Demikianlah Artikel Penyakit Alergi Pada Bayi
Sekianlah artikel Penyakit Alergi Pada Bayi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah bunda, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Penyakit Alergi Pada Bayi dengan alamat link https://bebikiddies.blogspot.com/2017/08/alergi-pada-bayi.html
0 komentar:
Posting Komentar